Pengertian Pasar Persaingan Sempurna

  • administrator
  • Oct 06, 2022
pengertian pasar persaingan sempurna

LintasZona РDalam kehidupan sehari-hari terdapat aktivitas-aktivitas ekonomi yang mendatangkan keuntungan. Aktivitas tersebut adalah jual beli dengan menggunakan uang. Terjadinya aktivitas jual beli ini biasanya disebuah tempat yang sering dikenal dengan istilah pasar. Berikut ini akan dijelaskan  tentang pengertian pasar, jenis-jenis pasar serta contohnya, dan kelebihan, kekurangan pasar persaingan sempurna.

Pengertian Pasar

Berdasarkan ilmu ekonomi, pasar merupakan tempat bertemunya antara penjual dan pembeli untuk melaksanakan transaksi jual beli, baik barang maupun jasa. Pasar sangat berhubungan dengan aktivitasnya bukan tempatnya. Karakteristik sebuah pasar adalah adanya aktivitas jual beli atau transaksi. Pembeli datang ke pasar untuk berbelanja dengan membawa uang untuk membeli barang yang diinginkan.

Menurut Stanton, pasar merupakan orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja dan niat/keamuan untuk membelanjakannya. Jadi, berdasarkan pengertian ini, dapatlah dilihat faktor-faktor penunjang aktivitas pasar yaitu . keinginan, daya beli, dan tingkah laku dalam pembelian.

Fungsi Utama Pasar

Adapun fungsi utama Pasar sekurang-kurangnya ada tiga, yaitu .

  • Fungsi Distribusi; dalam fungsi ini, pasar berperan sebagai pelaku yang menyalurkan barang dan jasa, dari produsen ke konsumen melalui transaksi jual beli .
  • Fungsi Pembentukan Harga; dalam fungsi ini, terdapat penjual yang melakukan proses permintaan barang yang dibutuhkan pembeli, dan hal tersebut terjadi dipasar.
  • Fungsi Promosi . dalam fungsi ini, Pasar digunakan untuk mempromosikan atau memperkenalkan produk baru dari produsen pada calon konsumennya.

Jenis-jenis Pasar

Pasar memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan waktu, berdasarkan jenis barang yang diperjualbelikan, berdasarkan luas kegiatannya, berdasarkan bentuk dan strukturnya. Berikut ini adalah penjelesan singkat beserta contoh-contohnya .

  1. Pasar berdasarkan Waktu; merupakan pasar yag terdiri dari beberapa waktu, seperti pasar harian yang menjual kebutuhan sehari-hari. Pasar Mingguan yang berada di daerah yang belum banyak penduduk dan Pasar bulanan yang menjual barang grosir atau agen). serta Pasar tahunan, seperti yang ada di Ibu Kota Jakarta setiap tahunnya, Pekan Raya Jakarta.
  2. Pasar berdsarkan Jenis barang yg diperjualbelikan; merupakan Pasar dengan beraneka ragam barang konsumsi, seperti barang-barang konsumsi kebutuhan manusia, Pasar Sumber daya Produksi, yang didalamnya terdapat faktor-faktor produksi seperti, tenaga kerja, tenaga ahli, mesin-mesin dan tanah.
  3. Pasar berdasarkan luas kegiatannya dapat dibedakan dari beberapa jenis, yakni Pertama; Pasar Daerah, merupakan pasar yang berada di Daerah atau pasar Lokal, yang menjual barang-barang kebutuhan penduduk daerah. Contoh Pasar Gede di Solo. Kedua; Pasar Nasional merupakan Pasar yang didalamnya terjadi transaksi jual beli mencakup satu negara, Misalnya Pasar Senen di Jakarta. Ketiga; Pasar Internasional merupakan pasar yang didalamnya terdapat transaksi jual beli barang-barang keperluan masyarakat internasional, misalnya Pasar Kopi di Santos Brazil.
  4. Pasar Berdasarkan Bentuk dan Strukturnya. Pasar Persaingan Sempurna, Pasar Monopoli, Persaingan Monoplistik dan Pasar Oligopoli.

Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna dikenal dengan istilah pasar persaingan murni, merupakan pasar yang didalamnya terdapat banyak penjual dan pembeli, dimana mereka sudah sama-sama mengetahui kondisi pasar. Selain itu, pasar persaingan sempurna dapat sebagai pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak, sehingga tidak ada satupun penjual atau pembeli yang dapat mempengaruhi harga. Adapun contoh pasar persaingan sempurna adalah pasar hasil-hasil pertanian, pasar sayur, pasar kurma, pasar buah dan lain-lain. Adapun Ciri-ciri pasar persaingan sempurna sebagai berikut:

  • Terdapat banyak penjual dan pembeli.
  • Terdapat barang-barang yang diperjualbelikan bersifat homogen (sejenis).
  • Baik penjual maupun pembeli mempunyai informasi lengkap tentang pasar.
  • Harga ditentukan oleh pasar.
  • Seluruh faktor produksi bebas masuk dan keluar dalam pasar.
  • Tidak adanya campur tangan pemerintah.

Kelebihan dan Kekurangan Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan Pasar Persaingan Sempurna:

  • Dalam pasar persaingan sempurna tidak terlihat kegiatan saling menyaingi antar pembeli.
  • Tidak ada peluang bagi Penjual mengadakan persaingan harga dengan tujuan merebut pasar, karena harga pasar merupakan sesuatu yang wajib diterima oleh masing-masing produsen.
  • Berapapun jumlah Barang yang ditawarkan penjual pasti akan laku tanpa terjadi penurunan harga.
  • Tidak adanya peluang untuk mengubah bentuk sebuah barang, karena adanya barang yang sejenis (homogenitas barang).
  • Karena jumlah kompetitor (saingan) sangat banyak dan tidak terbatas, maka pengetahuan Informasi tentang pasar telah diketahui oleh para kompetitor (saingan) usaha, dan usaha untuk melakukan persaingan dengan perusahaan lainnya juga tidak membawa hasil apa-apa.
  • Kegiatan tawar-menawar harga barang oleh konsumen tidak diwarnai ketegangan, karena harga tidak dapat dipengaruhi oleh konsumen.
  • Selain kelebihan, adapula kelemahan dari pasar persaingan sempurna ini, yakni sebagai berikut.
  • Tidak mendukung adanya inovasi. Dalam pasar persaingan sempurna setiap perusahaan dapat meniru atau mencontoh teknologi yang dikembangkan oleh perusahaan lain.
  • Adanya pembatasan pilihan pembeli atau konsumen, sebab barang yang diproduksi perusahaan-perusahaan adalah sama, sehingga membuat pembeli atau konsumen memiliki keterbatasan pilihan untuk menentukan barang yang akan dibelinya.
  • Tidak meratanya Distribusi pendapatan.

Demikianlah penjelasan singkat tentang tentang pengertian pasar, jenis-jenis pasar serta contohnya, dan kelebihan, kekurangan pasar persaingan sempurna yang dirangkum admin. Semoga membawa manfaat.

Sumber Referensi:

M.Fuad, Christine H, Nurlela, Sugiarto, dan Paulus Y.E.F. 2000. Pengantar Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Subandi. 2006. Sistem Ekonomi Indonesia. Bandung: ALFABETA.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *